GURU BIASA ADALAH GURU YANG MAMPU MENJELASKAN, GURU BAIK ADALAH GURU YANG MAMPU MENDEMONSTRASIKAN DAN GURU HEBAT ADALAH GURU YANG MAMPU MENGINSPIRASI SISWA.

Kamis, 07 April 2011

PERAN MGMP IPA SMP/MTS. KOTA MAGELANG UNTUK MENINGKATKAN PENCAPAIAN NILAI RATA-RATA IPA UJIAN NASIONAL SERTA KENDALA YANG DIHADAPI


Dokumentasi Kegiatan MGMP
 Kota Magelang merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang menempati posisi sangat strategis, karena terletak tepat ditengah pulau Jawa dan berada di persimpangan poros utama : Jogjakarta - Semarang ; Jogjakarta - Wonosobo ; Semarang - Kebumen - Cilacap. Jaraknya 76 km dari Semarang dan 42 km dari Jogjakarta. Salah satu misi kota Magelang adalah “Pengembangan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia yang cerdas, terampil, kreatif, inovatif dan memiliki etos kerja yang tinggi”. Pendidikan di Kota Magelang makin maju, kompetensi guru terus ditingkatkan. Sarana dan prasarana pendidikan juga makin diperhatikan terutama yang berkaitan dengan teknologi dan informasi.

Senin, 04 April 2011

PERTUMBUHAN & KESEHATAN FISIK UNTUK MERAIH CITA-CITA


Aku buat tulisan ini untuk mengingatkan diriku, bahwa sebagai seorang ibu aku punya tugas dan kewajiban untuk mengantarkan buah hatiku, meraih cita-citanya. Sebagai seorang guru aku juga berkewajiban untuk menyampaikan hal ini kepada siswa dan siswiku, agar mereka memperhatikan pertumbuhan dan kesehatan fisiknya. Tulisan ini aku sampaikan saat pengisian kegiatan Dharma Wanita Unit Dinas Pendidikan Kota magelang 21 januari lalu.

Senin, 28 Maret 2011

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

(Disarikan dari Makalah Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Guru SMP SE-JAWA TENGAH)

Penelitian tindakan berasal dari frasa action research dalam bahasa Inggris. Di samping istilah tersebut, dikenal pula beberapa istilah lain yang sama-sama diterjemahkan dari frasa action research, yaitu riset aksi, kaji tindak, dan riset tindakan. Untuk menyamakan persepsi kita, dalam tulisan ini digunakan istilah penelitian tindakan. Penelitian tindakan yang diterapkan di dalam kelas dikenal dengan istilah penelitian tindakan kelas (PTK). Dalam beberapa literatur bahasa Inggris, PTK tersebut memiliki beberapa nama yang berbeda meskipun konsepnya sama. Nama-nama tersebut adalah classroom research (Hopkins, 1993), self-reflective enquiry (Kemmis, 1982), dan action research (Hustler et al, 1986). Di Indonesia, istilah yang populer digunakan untuk PTK adalah classroom action research. Istilah inilah yang digunakan dalam tulisan ini.

Sabtu, 26 Maret 2011

PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH GURU SMP SE-JAWA TENGAH TAHUN 2011

Dinas Pendidikan Kota Magelang menugaskan penulis untuk mengikuti Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Guru SMP Se-Jawa Tengah di LPMP Semarang tanggal 23-26 Maret 2011. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dalam menyusun rencana/proposal dan laporan Penelitian Tindakan Kelas (Action Research) dan penyusunan Karya Ilmiah lainnya dengan benar di bidang pendidikan, sehingga dapat memenuhi syarat untuk kenaikan pangkat. Pelatihan ini juga merupakan tindak lanjut dari Permenpan no 16 tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya yang akan mulai diberlakukan januari 2013. 

BAGAIMANA MENYESUAIKAN PROSES PEMBELAJARAN DENGAN KARAKTERISTIK SISWA. (Berbagi cerita ketika dialih tugaskan ke sekolah lain).

Mengajar di SMP N 7 Kota Magelang yang merupakan sekolah pavorit ke tiga di kota Magelang, kujalani hampir 6 tahun (tepatnya 5 tahun 10 bulan). Aku sudah beradaptasi dengan karakteristik siswa yang sejak awal mereka memiliki kemampuan diatas rata-rata. Tiba-tiba aku dipindahkan ke SMP Negeri 9 Kota Magelang, lokasi sekolah ini sangat dekat dengan rumahku. Meskipun status sekolah sama-sama SSN, ada perbedaan karakteristik siswa antara sekolah tempatku mengajar yang lama dengan SMP N 9 ini. Karakteristik siswa yang sangat jauh berbeda ini membuat aku harus beradaptasi dan pelan-pelan mengubah gaya mengajarku. Dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan yang ekstra dalam menjalankan tugas ini.

Minggu, 27 Februari 2011

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK SMP & IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN IPA.


Peserta didik adalah manusia dengan segala fitrahnya. Mereka mempunyai perasaan dan pikiran serta keinginan atau aspirasi. Mereka mempunyai kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi (pangan, sandang, papan), kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, dan kebutuhan untuk mengaktualisasi dirinya (menjadi dirinya sendiri sesuai dengan potensinya).
Dalam tahap perkembangannya, peserta didik  SMP berada pada tahap periode  perkembangan Operasional formal (umur 11/12-18 tahun). Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mampu berpikir abstrak dan logis. Model berfikir ilmiah dengan tipe hipotetico-deductive dan inductive sudah mulai dimiliki anak, dengan kemampuan menarik kesimpulan, menafsirkan dan mengembangkan hipotesa (Asri Budiningsih, 2005: 39).

MEDIA PEMBELAJARAN


a.      Pengertian Media Pembelajaran
Media berasal dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan ke penerima pesan (Arief S. Sadiman dkk, 2009: 6). Dalam bahasa arab media adalah perantara atau pengantar pesan dan pengirim pesan kepada penerima pesan (Azhar Arsyad, 2009: 3). Pengertian  media menurut Atwi Suparman (2001:187) adalah alat yang digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi dari pengirim kepada penerima pesan. Pengirim dan penerima pesan itu dapat berbentuk orang atau lembaga, sedangkan media tersebut dapat berupa alat-alat elektronik, gambar, buku, dan sebagainya.