Tulisan ini saya buat ketika mempelajari beberapa PERATURAN PEMERINTAH & PERMENDIKNAS yg penting untuk diketahui oleh seseorang yg berprofesi sebagai guru. Saya pilih temanya “Sertifikasi Guru”, karena guru yang profesional katanya adalah guru yg telah memiliki “Sertifikat Pendidik”. Apa sebenarnya sertifikasi guru? Sertifikasi Guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi guru bertujuan untuk (1) menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik profesional, (2) meningkatkan proses dan hasil pembelajaran, (3) meningkatkan kesejahteraan guru, (4) meningkatkan martabat guru; dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu.
Kamis, 08 September 2011
KOMPETENSI GURU
Berbicara mengenai kompetensi guru mari kita baca PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2008 TENTANG GURU. Isi PP tersebut yang saya kutip adalah Bab II tentang KOMPETENSI DAN SERTIFIKASI. Pasal 2 dalam PP tersebut menyebutkan bahwa Guru wajib memiliki Kualifikasi Akademik, kompetensi,Sertifikat Pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sedangkan Pasal 3 berbunyi:
(1) Kompetensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh Guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
(2) Kompetensi Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
(3) Kompetensi Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bersifat holistik.
Rabu, 10 Agustus 2011
BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HIGHER ORDER THINKING/HIGHER LEVEL THINKING)
Berpikir Tingkat Tinggi terjadi ketika seseorang mengambil informasi baru dan informasi yang tersimpan dalam memori dan saling terhubungkan atau menata kembali dan memperluas informasi ini untuk mencapai tujuan atau menemukan jawaban yang mungkin dalam situasi membingungkan. Membahas tentang “Berpikir Tingkat Tinggi”, mengingatkan kita kepada Taksonomi Bloom, terdapat tiga aspek dalam ranah kognitif yang menjadi bagian dari kemampuan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking. Ketiga aspek itu adalah aspek analisa, aspek evaluasi dan aspek mencipta. Sedang tiga aspek lain dalam ranah yang sama, yaitu aspek mengingat, aspek memahami, dan aspek aplikasi, masuk dalam bagian intilektual berpikir tingkat rendah atau lower-order thinking. Membahas tentang berpikir tingkat tinggi, kita bahas dulu tentang Ketrampilan berfikir.
Minggu, 17 Juli 2011
MENYUSUN RPP (RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN)
Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis serta disesuaikan dengan kalender pendidikan. Penyusunan RPP bertujuan agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Senin, 20 Juni 2011
TUJUAN PENDIDIKAN
Apa sebetulnya tujuan pendidikan? Seorang guru kadang-kadang hanya berkutat pada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai, dan lupa apa sebenarnya Tujuan Pendidikan Nasional Kita. Akibatnya proses pembelajaran di kelas seperti sekedar transfer materi kepada siswa dan seolah-olah tujuan akhirnya adalah ujian nasional. Seorang guru terkadang lupa bahwa ada Undang-undang dan peraturan pemerintah yang harus dijadikan dasar dan acuan dalam pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran di kelas.
Kamis, 26 Mei 2011
NEGARA DENGAN KUALITAS PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA
Banyak yang tidak tahu bahwa peringkat pertama untuk kualitas pendidikan di dunia adalah Negara Finlandia. Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki, dimana perjanjian damai dengan GAM dirundingkan, ini memang begitu luar biasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia. Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survey internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas.
Sabtu, 07 Mei 2011
TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER
Membahas tentang pendidikan karakter, mari kita simak terlebih dahulu kutipan sambutan Menteri Pendidikan Nasional pada hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2011:
“Pendidikan berbasis karakter dengan segala dimensi dan variasinya menjadi penting dan mutlak. Karakter yang ingin kita bangun bukan hanya karakter berbasis kemuliaan diri semata, akan tetapi secara bersamaan membangun karakter kemuliaan sebagai bangsa. Karakter yang ingin kita bangun bukan hanya kesantunan, tetapi secara bersamaan kita bangun karakter yang mampu menumbuhkan kepenasaranan intelektual sebagai modal untuk membangun kreativitas dan daya inovasi. Karakter yang bertumpu pada kecintaan dan kebanggaan terhadap Bangsa dan Negara dengan Pancasila, UUD NKRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai pilarnya. Itulah alasan mengapa tema Hari Pendidikan Nasional Tahun 2011 ini adalah Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa dengan Subtema Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti.
Tema tersebut mengingatkan kembali kepada kita semua tentang hakikat pendidikan yang telah ditekankan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita yaitu Ki Hajar Dewantoro yang hari ini kita peringati hari kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional. Pendidikan, kata Ki Hajar Dewantoro adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan jasmani anak didik”.
Tema tersebut mengingatkan kembali kepada kita semua tentang hakikat pendidikan yang telah ditekankan oleh Bapak Pendidikan Nasional kita yaitu Ki Hajar Dewantoro yang hari ini kita peringati hari kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional. Pendidikan, kata Ki Hajar Dewantoro adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect) dan jasmani anak didik”.
Langganan:
Postingan (Atom)